Senin, 05 Mei 2014

makalah penentuan harga




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penentuan harga adalah proses memilih apa yang bakal diterima sebuah syarat sebagai pertukaran untuk produknya. Faktor-faktor harga adalah kos pengilangan, tempat pasaran, persaingan, keadaan pasaran, dan kualiti produk. Penentuan harga juga merupakan pembolehubah utama dalam teori peruntukan harga mikroekonomi. Penentuan harga adalah aspek dasar pemodelan kewangan dan adalah salah satu dari "empat P"campuran pemasaran. Tiga aspek lain adalah barangan, promosi dan tempat.
Produk ( Product ) adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Dalam definisi secara luas, produk meliputi objek secara fisik, orang, tempat, organisasi, ide, atau bauran dari semua bentuk-bentuk tadi. Penentuan hargaa produk perlu memikirkan produk dan jasa atas tiga tingkatan. Tingkatan yang paling dasar adalah produk inti ( core product ),Produk inti terdiri dari manfaat inti untuk pemecahan masalah yang dicari konsumen ketika mereka membeli produk atau jasa. Dalam merancang produk, pemasar mula-mula arus mendefinisikan manfaat nti yang akan disediakan produk ke konsumen.
Selajutnya perencanaan produk harus menciptakan produk aktual ( actual product ) disekitar produk inti. Produk aktual mungkin mempunyai lima karateristik: tingkat kualitas, fitur, rancangan, nama merek, dan kemasan.Akhirnya, penentuan produk harus mewujudkan produk tambahan disekitar produk inti dan produk aktual dengan menawarkan jasa dan manfaat tambahan bagi konsumen.
Penambahan produk baru pada satu lini produk disebut sebagai line extension. Jika line extension memiliki kualitas yang lebih baik dari produk lainnya disebut sebagai tindakan trading up atau brand leveraging
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas perumusan masalah dalam karya tulis yang timbul adalah sebagai berikut :
1.      Jelaskan strategi penentuan harga produk baru?
2.      Bagaimana strategi penentuan harga produk baru yang sudah mapan?
3.      Jelaskan cara – cara penentuan harga produk?
4.      Jelaskan klasifikasi produk?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui strategi penentuan harga produk baru
2.      Untuk mengetahui strategi penentuan harga produk baru yang sudah mapan
3.      Untuk mengetahui cara – cara penentuan harga produk
4.      Untuk mengetahui klasifikasi produk



BAB II
PENENTUAN HARGA PRODUK
A.    Pengertian Penentun Harga Produk
Penentuan harga adalah proses memilih apa yang bakal diterima sebuah syarat sebagai pertukaran untuk produknya. Penetapan harga sebagian besar berdasarkan pada banyak permintaan. Apabila permintaan banyak, harga yang dikenakan akan tinggi. Akan tetapi, bila permintaan sedikit, harga yang dikenakan akan rendah walaupun dalam kedua kasus di atas harga satuan yang berlaku mungkin sama. Harga dapat berbeda-beda berdasarkan konsumen. Harga yang lebih tinggi diberikan kepada pembeli yang tidak mempedulikan harga, dan harga yang lebih rendah diberikan pada pembeli yang memperhatikan harga. Penetapan harga seperti ini dapat menghancurkan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.
B.     Strategi Penentuan Harga Produk Baru
Strategi penentuan  harga pada produk baru yaitu :
1.      Skimming PriceStrategi skimming
Skimming PriceStrategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk barudiluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone nokia,laptop, komputer, dan lain sebagainya.
2.      Penetration Price / Harga PenetrasiStrategi harga penetrasi
Penetration Price / Harga PenetrasiStrategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baruthree / 3, mie selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain.
penetapan harga. Misalnya, konsumen sangat tergantung pada harga sebagai indikator kualitas sebuah produk terutama pada waktu mereka harus membuat keputusan belisedangkan informasi yang dimiliki tidak lengkap. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap kualitas produk sering berubah-ubah seiringdengan perubahan yang terjadi pada harga. Jadi semakin tinggi harga suatu produk makin tinggi pula kualitas produk yang dipersepsi oleh konsumen. Konsumenmempunyai persepsi seperti ini pada waktu mereka tidak memiliki petunjuk lain darikualitas produk selain harga. Padahal persepsi kualitas dapat dipengaruhi pula olehreputasi toko, periklanan, dan variabel-variabel lainnya.
“penentuan harga merupakan suatu masalah  jika perusahaan akan menetapkan harga untuk pertama kalinya.Ini terjadi ketika perusahaan mengembangkan atau memperoleh produk baru, ketika akan memperkenalkan produknya ke saluran distribusi baru atau daerah baru, ketika akan melakukan penawaran atas suatu perjanjian kerja baru.Definisi tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan harus memutuskan dimana ia akan menempatkan produknya berdasarkan mutu dan harga. Dalam beberapa pasar seperti pasar mobil, sebanyak delapan titik harga dapat ditemukan.Dipasar mobil Indonesia terdapat merek puncak (standar emas), contohnya Mercedez Benz dan Jaguar.Dibawahnya ada Merek mewah seperti BMW, Audi dll, Dibawahnya lagi ada merek yang memenuhikebutuhan-kebutuhan khusus: Volvo (keamanan) dan Porche (kinerja tinggi). Di tengah-tengah terdapatsejumlah merek seperti Honda, Mitsubishi, Toyota. Satu tingkat dibawahnya adalah merek–merek yangterutama memberi manfaat fungsional seperti Suzuki. Dibawah Suzuki ada merek-merek lebih murah tapi juga memberikan kinerja memuaskan seperti Hyundai. Paling bawah adalah merek-merek yang daya tariknyahanya harga yang menunjukkan bahwa kedelapan tingkat penempatan produk ini tidak bersaing satu sama lain,tetapi hanya bersaing dalam masing-masing kelompok. Namun dapat terjadi persaingan antara segmen-segmen harga dan mutu.Tabel 2.2 menunjukan sembilan kemungkinan strategi harga-mutu. Strategi diagonal 1, 5, dan 9 semuanyadapat bertahan pada pasar yang sama; yaitu satu perusahaan menawarkan produk bermutu tinggi pada hargatinggi, perusahaan lain menawarkan produk bermutu rendah pada harga rendah. Ketiga pesaing tersebutdapat hidup bersama selama pasar terdiri dari tiga kelompok pembeli, yaitu yang mementingkan mutu, harga,dan yang mementingkan keseimbangan antara keduanya.Strategi penempatan 2, 3, dan 6 Menunjukan cara untuk menyerang posisi diagonal. Strategi 2 menyatakan, “Produk kami memiliki mutu yang sama dengan produk 1 tetapi harga kami lebih rendah”. Strategi 3menyatakan hal yang sama dan bahkan menawarkan penghematan yang lebih besar. Jika pelanggan yangmementingkan mutu mempercayai pasaing ini, mereka pasti akan membeli sari pesaing ini dan menghematuang (kecuali jika produk 1 memiliki daya tarik prestise). Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2.2 dibawah ini.Strategi penempatan 4, 7, dan 8 mengenakan harga yang terlalu tinggi dibandingkan dengan mutunya.Pelanggan akan merasa dirugikan dan mungkin akan mengeluh atau menceritakan hal-hal buruk mengenai perusahaan. Strategi ini harus dihindarkan oleh pemasar professional.Harga jual merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk, konsumen akan membeli suatu produk apabila ada keseimbangan antara alasan dalam menetapkanharga jual
C.    Strategi Penentuan Harga Produk Yang Sudah Mapan
Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu perusahaan harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga produk-produknya yang sudah ada di pasar, diantaranya adalah :
1.    Adanya perubahan dalam lingkungan pasar, misalnya pesaing besar menurunkan harga.
2.    Adanya pergeseran permintaan, misalnya terjadinya perubahan selera konsumen.
Dalam melakukan peninjauan kembali penetapan harga yang telah dilakukan, perusahaan mempunyai tiga alternatif strategi, yaitu:
1.    Mempertahankan Harga, strategi ini dilaksanakan dengan tujuan mempertahankan posisi dalam pasar dan untuk meningkatkan citra yang baik di masyarakat.
2.    Menurunkan Harga, Strategi ini sulit untuk dilaksanakan karena perusahaan harus memiliki kemampuan finansial yang besar, sementara konsekuensi yang harus ditanggung, perusahaan menerima margin laba dengan tingkat yang kecil.
3.    Menaikan Harga, suatu perusahaan melakukan kebijakan menaikan harga dengan tujuan untuk mempertahankan profitabilitas dalam periode inflasi dan untuk melakukan segmentasi pasar tertentu.
Suatu perusahaan dalam Penentuan harga produk umumnya berorientasi pada 3 hal, yaitu:
1.      Penentuan Harga yang Berorientasi Biaya Kebanyakan
suata perusahaan menetapkan harga berdasarkan biaya yang dikeluarkan. Umumnya semua biaya, termasuk pengalokasian biaya tambahan, selalu berubah dan dibuat berdasarkan perkiraan tingkat pelaksanaan. Penetapan harga yang berorientasi biaya biasanya dilakukan dalam perdagangan eceran (bahan makanan, mebel, kerajinan, pakaian) dan pesanan karena biayanya sulit ditentukan sebelumnya, seperti pembuatan bangunan dan mesin yang khusus.Hal-hal yang perlu menjadi pedoman dalam penetapan harga yang berorientasi biaya adalah:
a.       Presentase kenaikan harga harus berbanding terbalik dengan harga satuan. Artinya, semakin rendah harga satuan, semakin tinggi presentase kenaikan harga. Contoh: Sebuah dompet yang semula harganya Rp. 20.000 dapat dijual dengan harga Rp. 40.000.-atau terjadi kenaikan harga sebesar 100 %. Sementara seperangkat meja kursi yang harganya Rp. 300.000 dapat dijual dengan harga Rp 450.000 atau kenaikan harga relatif lebih rendah sebesar 50 %.
b.      Tingkat kenaikan harga harus berbanding terbalik dengan harga penjualan. Artinya, bila suatu produk semakin sering dibeli, maka kenaikan harga semakin sedikit. Semakin sedikit produk tersebut dibeli, semakin tinggi kenaikan harganya. Sebagai contoh: Surat kabar, rokok dan sabun mandi akan memiliki kenaikan harga yang lebih rendah dari peralatan elektronik seperti komputer, televisi, lemari es.
2.     Penentuan Harga yang Berorientasi Permintaan.
Penetapan harga sebagian besar berdasarkan pada banyak permintaan. Apabila permintaan banyak, harga yang dikenakan akan tinggi. Akan tetapi, bila permintaan sedikit, harga yang dikenakan akan rendah walaupun dalam kedua kasus di atas harga satuan yang berlaku mungkin sama. Harga dapat berbeda-beda berdasarkan konsumen. Harga yang lebih tinggi diberikan kepada pembeli yang tidak mempedulikan harga, dan harga yang lebih rendah diberikan pada pembeli yang memperhatikan harga. Penetapan harga seperti ini dapat menghancurkanke percayaan konsumen dalam jangka panjang.
3.      Penentuan Harga yang Berorientasi Persaingan.
Penetapan harga dilakukan bila harga tersebut sebagian besar ditentukan oleh harga pesaing yang lain. Dalam hal ini harga tidak perlu sama. Perusahaan dapat mempertahankan harga produknya lebih tinggi atau lebih rendah dari harga produk pesaing dalam batasan presentase tertentu. Jenis penetapan harga ini biasanya digunakan untuk menyaingi produk yang tidak berbeda, seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, gula pasir dan lain-lain. Penetapan harga yang berorientasi persaingan juga dapat digunakan dalam penawaran kontrak.(diskopjatim)
E.   Klasifikasi Produk
Produk dan jasa dibagi menjadi dua kelas besar menurut jenis konsumen yang menggunakan yaitu produk konsumen ( consumer products ) dan produk industri ( industrial products ). Dalam definisi secara luas,produk juga meliputi entitas yang dapa dipasarkan seperti organisasi, orang, distribusi, serta ide. Produk KonsumenØProduk konsumen adalah produk yang dibeli konsumen akhir untuk konsumsi pribadi.
Produk konsumen meliputi produk sehari-hari ( convenience products ), produk shopping ( shopping products ), produk spesial ( specialty products ), sera produk yang tidak dicari ( unsought products ). Produk ini berbeda dalam cara pembelian konsumen, dan oleh karena itu rodk ini pun berbeda dalam cara pemasarannya,klasifikasi produk :
a.       Produk sehari-hari adalah produk dan jasa konsumen yang biasanya sering dan cepat dibeli oleh pelanggan dan disertai dengan usaha yang sedikit dalam membandingkan dan membeli. Misalnya, sabun, permen, koran, dan fast food.
b.      Produk shopping ( shopping products ) adalah produk dan jasa konsumen yang jarang dibeli, sehingga pelanggan membandngkan kecocokan, kualitas, harga, dan gayanya dengan cermat. Contohnya mebel, pakaian, mobil bekas, peralatan rumah tangga utama, serta jasa hotel dan motel.
c.       Produk spesial ( specialty products ) adalah produk konsumen dengan karateristik unik atau identifkasi merek yang dicari oleh kelompok pembeli tertentu, sehingga mereka mau mengeluarkan usaha khusus untuk memperolehnya. Misalnya, merek serta jenis mobil tertentu, peralatan fotografi yang mahal dan sebagainya.
d.      Produk yang tdak dicari ( unsought products ) adalah produk konsumen d mana keberadaannya tdak diketahui, atau jika diketahui oleh konsumen pun, tidak terfikir oleh mereka untuk membelinya. Sebagian besar inovasi baru yang yang penting tidak dicari ( unsought ) sampai konsumen menyadarinya lewat iklan.
Produk IndustriØProduk industri (industrial products ) adalah produk yang dibeli untuk pemrosesan lebih lanjut atau penggunaan yang terkait dengan bisnis. Jadi perbedaan antara produk konsumen dengan produk industri didasarkan pada tujuan dibelinya produk itu. Tiga kelompok produk dan jasa industri meliputi :
1.      Bahan dan suku cadang
2.      Barang modal
3.       Perlengkapan dan jasa.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan isi makalah diaatas,penulis dapat menarik beberapa kesimpulan :
1.      Penentuan harga adalah proses menentukan apa yang bakal diterima sebuah syarikat sebagai pertukaran untuk produknya.
2.      Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu perusahaan harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga produk-produknya yang sudah ada di pasar
3.      Produk dan jasa dibagi menjadi dua kelas besar menurut jenis konsumen yang menggunakan yaitu produk konsumen ( consumer products ) dan produk industri ( industrial products ).
B.     Saran
Berdasarkan pada permasalahan yang diangkat oleh penulis yaitu mengenai penentuan harga produk, maka dari itu penulis memberikan saran yaitu Untuk meningkatkan pengetahuan tentang penentuan harga produk,sesuaikanlah kualitas produk yang akan di jual.

 tulisan ini adalah makalah dari temen gue devi panjaitan yang gue post diblog ini dengan seijin teman gue, dan berharap semoga dapat membantu pembaca. terimakasih. :))

pacar VS orangtua


Bagaimana kalau pacar kalian tidak disukai atau bahkan tidak direstui orang tua??

Sudah banyak kejadian kayak gini dan dari semua cerita atau kisah yang gue dengar, hampir semuanya memilih tetap bersama pacar daripada orangtua. Mungkin sebagian orang ini lupa masa kecilnya,mereka lupa dari mana berasal dan bagaimana mereka tumbuh. Bahkan sekalipun orangtua tidak bisa memenuhi segala keinginan bukan berarti lebih baik memilih pacar. Kemaren gue bbman sama sepupu gue, kita cerita tentang hubungan percintaan. Sepupu gue ini paling dekat sama gue, mulai kecil gue sering main sama dia dan dia juga sebaya gue, satu SMP juga dan kita sering dibilang kembar mungkin karena gendut dan tinggi gue sama dia sama. Sepupu gue ini dari sd uda kenal sama yang namanya pacar2an, saat gue masih main masak2an sepupu gue uda main pacar2an. Hahahahahahaa.... gue lahir bulan mei dan sepupu gue bulan juni dan ini mewajibkan sepupu gue buat manggil gue kakak, hahahahhahaa..... gue ketawa karena gue jadi kakak, gak kebayang klo sepupu gue itu yang diluan lahir, gue harus ngikutin dia. :P

Dengan hubungan keluarga yang erat, gue dan sepupu gue jadi saudara yang saling mengandalkan. Satu sekolah semasa SMP membuat jadi makin dekat sama sepupu gue, gue sering main bareng dia, pulang sekolah bareng dan gue jadi sedikit bandel juga  sama sepupu gue. Gue sayang sama sepupu gue ini, sepupu gue ini adalah anak satu2nya dari tante gue, dan tante gue udah cerai dari sepupu gue masih kecil. Gue gak pernah tau kapan tepatnya tante gue cerai karena gue juga gak ingat sama mantan suami tante gue yang gak lain adalah bapaknya sepupu gue. Mungkin kalau ketemu dijalan, gue juga gak akan kenal karena gue sama sekali gak tau wajah beliau.   Tapi gue gak pernah mau ikut campur tentang perceraian tante gue, gue Cuma mau peduli kebahagian sepupu gue. Kalau dia ada masalah, gue selalu siap buat dengerin semua keluh kesah apapun yang dia alami. Begitu banyak cerita yang uda gue lalu sama sepupu gue ini, banyak pengalaman seru dan menegangkan, yang baik dan yang buruk, tapi semua itu membuat hidup gue lebih menarik. Gue ingat pas SMA, sepupu gue tinggal di rumah opung gue dan gue sering nginap di rumah opung gue, dan gue sama sepupu gue sering banget begadang nonton drama korea, hampir selalu sepupu gue yang ketiduran dan gue selimutin dia. Melihat wajah sepupu gue tidur nyenyak itu menyenangkan, karena dia kelihatan sangat cantik. Sepupu gue beneran cantik luar dalam, tapi yang terlihat seh luarnya ajja, gak banyak orang ngelihat kecantikan dalamnya. Sepupu gue terkadang terkesan sombong karena jarang senyum sama semua orang apalagi kalau dia lagi gak mood. Karena kecantikan sepupu gue ini, gak sedikit yang mendekatinya. Dari SMP sepupu gue entah uda berapa kali pacaran, hahahaha.... gue juga punya fans tapi gue terlalu pengecut buat pacaran. Sepupu gue yang cantik ini dari SMP uda player, dan sekarang mungkin dia uda coach/pelatih. Dan gue sekarang mungkin alumni (#sekilas info).  

Sepupu gue udah banyak mengalami percintaan ini itu, mulai beda agama, semarga, adekan, jarak jauh, lebih tua pokonya semua kayaknya uda dialami sama dia. (gue juga seh  :P). Dan semuanya kadang dia ceritain sama gue. Sampai akhirnya kemaren gue dan dia cerita tentang kehidupan percintaan kita sekarang. Dia bilang saat ini dia banyak cowo tapi pacar orang semua, dan gue banyak cowo tapi korban #php gue semua.hahahahahaa..... pertama dia cerita tentang cowo2nya dan mereka Cuma mainan buatnya, gak ada yang diseriusin sama dia karena dari semuanya gak ada kriteria calon pacar yang direstui tante gue. Pacar terakhir sepupu gue gak direstui sama tante gue karena hubungan marga padahal sepupu gue uda sayang banget sama cowo itu dan sepupu gue harus melepaskannya, sepupu gue bener-bener patah hati. Mungkin karena patah hati ini sepupu gue kembali nakal dan mainin cowo, dia terlalu lelah untuk serius lagi, gue rasa hatinya blom siap untuk cinta yang baru dan dia blom bisa atau bahkan belom siap melupakan cinta lamanya. Setelah sepupu gue cerita tentang kisah cintanya, gantian gue yang cerita tentang kisah percintaan gue.

Jadi pada kisah gue kali ini, gue cerita ke sepupu gue tentang orang-orang yang dekat dengan gue sekarang. Kebetulan gue dan dia sama kasusnya, gue didekati sama beberapa cowo yang menurut nyokap gak cocok. Jadi nyokap pernah ngelarang gue sama beberapa suku yang gak disukai nyokap dan terakhir nyokap ngelarang gue sama beberapa marga di suku gue. WOW!! Gue seh ketawa ajja dengar nyokap tapi tetep agak nusuk juga seh klo dipikir-pikir, secara gue blom punya pacar dan sekarang gue harus sangat hati-hati buat cari pacar. Setelah gue ceritain gimana cowo yang dekatin gue dan gak cocok dengan kemauan nyokap, sepupu gue bilang “mainkan! Tapi jangan pake hati.” Kata sepupu gue juga, “jangan nglawan ortu!”. Gue tersentak, sepupu gue yang gue pikir egois dan sesuka hati sama tante gue ini ternyata berpikiran dewasa bgt, bahkan dia mengesampingkan egonya dan memilih nurut sama nyokapnya. Gue belajar dari sepupu gue buat nurut sama orangtua padahal gue dari kecil juga lebih nurut sama ortu dibandingkan sepupu gue, tapi sekali lagi gue seneng banget sepupu gue bisa kasih saran begitu manis untuk gue.
Dengan nasihat sepupu gue, gue berharap gue gak harus memilih pacar atau orangtua dan kalau pun kalian ada yang mengalaminya, gue saranin kalian pilih orangtua dulu, kalian lahir karena ada orangtua, dan dibesarkan oleh orangtua, mereka punya hak untuk hidup kalian. okey???!

Kamis, 01 Mei 2014

makalah strategi diferensiasi



                                          
Bab 1
Bahasan Kasus Masalah

Strategi Diferensiasi                     

Untuk menghindari jebakan komuditas, pemasar harus mulai dengan keyakinan bahwa anda dapat mendiferensiasikan segala sesuatu. Keunggulan kompetitif adalah kemapuan perusahaan untuk bekerja dalam satu atau lebih cara yang tidak dapat atau tidak disamai oleh pesaing. Michel porter mendorong perusahaan untuk membangun keunggulan kompetitif yang tahan lama. Secara umum, perusahaan yang berharap untuk bertahan harus terus berada dalam bisnis yang terus menciptakan keunggulan baru.

Sarana Diferensiasi

Sarana diferensiasi yang jelas dan sering merupakan faktor pendorong bagi konsumen adalah yang berhubungan dengan aspek dan jasa. Dimensi – dimensi lain yang dapat digunakan perusahaan untuk mendiferensiasi tawar pasarnya antara lain adalah: 

1.       Diferensiasi Personil

Perusahaan dapat memperoleh keunggulan bersaing yang kuat dengan mempekerjakan dan melatih orang-orang lebih baik. Personalia yang terlatih menunjukkan enam karakteristik, kemampuan : memiliki keahlian dan pengetahuan yang diperlukan. Kesopanan , ramah, menghormati dan penuh perhatian. Kreadibilitas, dapat dipercaya. Dapat diandalkan, memberikan pelayanan serta konsisten dan akurat. Cepat tanggap, cepat menanggapi permintaan dan permasalahan konsumen. Komunikasi, berusaha memahami pelanggan dan berkomunikasi dengan jelas.

2.      Diferensiasi Saluran

Perusahan –perusahaan dapat mencapai keunggulan bersaing melalui cara mereka merancang saluran distribusi, terutama yang menyangkut jangkauan, keahlian, dan kinerja saluran saluran tersebut.


3.      Diferensiasi Citra

Para pembeli memiliki tanggapan berbeda terhadap citra perusahaan atau merek. Identitas dan citra perlu dibedakan. Identitas terdiri dari berbagai cara yang dimaksudkan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi atau memposisikan diri atau produknya. Citra adalah cara masyarakat mempersepsi (memikirkan) perusahaan atau produknya.

4.      Diferensiasi Pelayanan

Pembeda pelayanan yang utama kemudahan pemesana, pengiriman, pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan



Emotional branding

Banyak pakar pemasaran percaya merek positioning harus memiliki komponen baik rasional dan emosional. Dengan kata lain, posisi yang baik harus mengandung titik perbedaan dan titik paritas yang menarik.

Merek consultand Marc Gobe percaya merek emosionaL terbagi  tiga spesifik ,yaitu:
1. Kuat budaya perusahaan
2. Gaya komunikasi yang khas
3. melakukan cara yang menarik

Merek  dan cinta mark, menurut Roberts, memerintahkan keduanya menghormati, untuk mencapai sebagai berikut:
1. misteri menarik bersama cerita, metafora, mimpi dan simbol. misteri menambah kompleksitas hubungan dan pengalaman karena orang secara alami tertarik pada apa yang mereka tidak tahu
2. sensualitas terus panca indera penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan dan teste waspada konstan untuk tekstur baru, aroma menarik dan selera, musik yang indah dan rangsangan sensorik lainnya
3. keintiman berarti empati, komitmen, dan possion. hubungan dekat yang memenangkan loyalitas intens

Pada umumnya perusahaan harus memantau tiga variabel ketika menganalisis potensi ancaman yang   ditimbulkan oleh pesaing
 1. Pangsa pasar = pangsa pesaing dari target pasar
2. Berbagi pikiran = persentase pelanggan yang terdaftar sebagai peserta dalam menanggapi pernyataan "nama perusahaan pertama yang datang ke pikiran dalam industri ini"
3. Bagian dari hati = persentase pelanggan yang terdaftar sebagai peserta dalam menanggapi pernyataan "nama perusahaan dari mana Anda akan lebih memilih untuk membeli produk”



Narasi merek dan penceritaan

Narasi merek dan penceritaan menguraikan atribut atau manfaat tertentu, beberapa ahli pemasaran menggambarkan posisi merek. Randall dering dan Michael Thibodeau melihat merek narasi karena berdasarkan metafora mendalam yang terhubung ke orang , asosiasi dan cerita. Mereka mengidentifikasi lima elemen branding naratif :
1. Cerita merek dalam hal kata-kata dan metafora
2. Perjalanan konsumen dalam hal bagaimana konsumen terlibat dengan merek dari waktu ke waktu
3. Bahasa visual atau ekspresi untuk merek
4. Cara di mana narasi dinyatakan berdasarkan pengalaman dalam hal bagaimana merek melibatkan konsumen
5. Peran atau hubungan merek bermain di kehidupan konsumen

Berdasarkan sastra konvensi dan merek pengalaman mereka juga menawarkan kerangka kerja berikut untuk cerita merek :

a. Pengaturan. Waktu, tempat dan konteks.
b. Melemparkan. Merek sebagai karakter, termasuk perannya dalam kehidupan penonton, hubungan dan tanggung jawab dan sejarah.
c. Busur narasi. Cara logis narasi terbentang dari waktu ke waktu, inclunding tindakan, pengalaman yang diinginkan, mendefinisikan peristiwa dan saat pencerahan.
d. Bahasa. Suara otentikasi, metafora, simbol, tema, dan leitmotifs.


Merek jurnalisme

Merek jurnalistik adalah sebuah sejarah dari hal-hal yang bervariasi yang terjadi di dunia merek kami, sepanjang hari atau sepanjang tahun. merek kami berarti hal yang berbeda untuk orang yang berbeda. tidak memiliki satu posisi merek. diposisikan berbeda dalam benak anak-anak, remaja, dewasa muda, orang tua dan senior. diposisikan berbeda saat sarapan, makan siang, makan malam, snack, hari kerja, akhir pekan, dengan anak-anak atau perjalanan bisnis. merek jurnalisme memungkinkan kita untuk menjadi saksi aspek multi-faceted dari cerita merek.Setiap komunikasi memberikan wawasan yang berbeda ke dalam merek kami, contohnya McDonald.


Posisi  dan merek usaha kecil

Pada umumnya , dengan sumber daya yang terbatas di belakang merek , baik fokus dan konsistensi dalam program pemasaran adalah sangat penting . kreativitas juga penting - menemukan cara baru untuk memasarkan ide-ide baru tentang produk kepada konsumen . beberapa pedoman merek khusus untuk usaha kecil adalah sebagai berikut :
1. Kreatif melakukan penelitian marketing . Ada berbagai metode riset pemasaran berbiaya rendah yang membantu usaha kecil terhubung dengan pelanggan dan pesaing .salah satu cara adalah untuk mengatur proyek-proyek kursus di kolase lokal dan universitas untuk mengakses keahlian dari kedua mahasiswa dan profesor .
2. Fokus pada pembangunan satu atau dua merek yang kuat didasarkan pada satu atau dua asosiasi utama . Usaha kecil sering harus bergantung hanya pada satu atau dua merek dan kunci asosiasi sebagai titik perbedaan untuk merek-merek tersebut . asosiasi ini harus konsisten diperkuat seluruh program pemasaran dan dari waktu ke waktu.
3. Mempekerjakan satu set yang terintegrasi dengan baik elemen merek . Taktis , penting untuk usaha kecil untuk memaksimalkan kontribusi dari tiga set utama driver ekuitas merek. Pertama, mereka harus mengembangkan khas , set yang terintegrasi dari elemen merek yang meningkatkan baik merek kesadaran dan citra merek . Elemen merek harus mudah diingat dan bermakna , dengan potensi kreatif sebanyak mungkin.
4. Membuat gebrakan dan komunitas yang merek setia. Karena usaha kecil sering harus bergantung pada dari mulut ke mulut untuk menetapkan posisi mereka, hubungan masyarakat, jaringan sosial dan promosi murah dan sponsor yang dapat jadi alternatif murah.
5. Memanfaatkan sebanyak mungkin hubungan sekunder setiap orang, tempat, atau hal-hal yang berpotensi relevan asosiasi-sering biaya-efektif, jalan pintas artinya untuk membangun ekuitas merek, terutama yang membantu untuk kualitas atau kepercayaan.


                                   
BAB 2
Analisa Masalah

Mendiferensiasikan Strategi diferensiasi

Pelanggan harus melihat semua keunggulan kompetitif. Misalnya jika perusahaan mengirimkan lebih cepat dibandingkan pesaingnya, kecepatan itu tidak akan menjadi keunggulan pelanggan jika pelanggan tidak menghargai kecepatan itu. Perusahaan juga harus fokus pada pembangunan keunggulan pelanggan.  Lalu mereka akan menghantarkan nilai kepuasan pelanggan yang tinggi, yang menghasilkan pembelian berulang yang tinggi dan pada akhirnya profitabilita perusahan yang tinggi.Pemasar dapat mendiferensiasikan merek berdasarkan banyak variabel. Contoh khasus adalah :

Southwest Airlines

Angkutan yang berpusat di Dallas, Southwest Airlines dalam penerbangan jarak pendek dengan harga murah, layanan handal, dan rasa humor yang sehat. Southwest mempertahankan harga murah dengan menawarkan layanan layan terbang yang pokok saja (tidak ada makanan, tidak ada film) dan tingkat perputaran yang cepat di pintu gerbang agar pesawat tetap mengudara. Tetapi Southwest tahu bahwa mereka tidak dapat mendeferensiasikan harga saja, karena pesaing mugkin berusaha mempengaruhi pasar dengan tarif murah mereka sendiri. Jadi southwest juga harus membedakan dirinya sebagai maskapai  penerbangan yang menyenangkan ditandai dengan komentar dalam penerbangan yang humoris dari pilot dan anggota kru kabin.fitur populer lain dari penerbangan Southwest adalah tempat duduk terbuka yang menerapkan sistem pertama datang pertama dilayani. Penumpang diberi kartu bernomor berdasarkan waktu mereka tiba dipintu gebang. Kini Southwest menjadi satu satunya maskapai penerbangan tarif murah yang mencapai keberhasilan keuangan jangka panjang.

Pengaruh merek terhadap lingkungan ( Budaya)

Oxford  University Douglas Holt percaya bagi perusahaan untuk membangun merek kepemimpinan ikonik mereka harus merakit pengetahuan budaya , strategi sesuai dengan prinsip-prinsip merek budaya dan mempekerjakan dan melatih ahli budaya . bahkan Procter dan berjudi , sebuah perusahaan yang telah lama mengatur bagaimana pembeli melihat produk-produknya telah dimulai pada apa yang kepala eksekutif , A.G. Lafley , menyebut " perjalanan belajar " dengan konsumen " konsumen mulai dalam arti yang sangat nyata untuk memiliki merek.

Universitas  Wisconsin’s Craig Thompson melihat merek sebagai template sosial budaya , mengutip penelitian yang menyelidiki merek sebagai sumber daya budaya yang menunjukkan bagaimana restoran zona ESPN memasuki maskulinitas kompetitif dan bagaimana boneka gadis Amerika memasuki hubungan ibu-anak dan transfer lintas generasi feminitas . ahli yang melihat konsumen aktif cocreating merek makna dan positioning bahkan menyebutnya sebagai "merek wikification " mengingat bahwa wikis yang ditulis oleh kontributor dari semua lapisan masyarakat.


Contoh kasus lainnya dari strategi difrensiasi adalah Indomie vs Mie Sedaap

            Melihat momentum Indomie yang “sudah mapan” dan malam berinovasi, Wings Food meluncurkan Mie Sedaap yang siap menggilas kejayaan Indomie. Mie Sedaap dipilih masyarakat Indonesia karena Wings Food pandai membuat masyarakat penasaran dengan memilih nama MIE SEDAAP, membuat konsumen ingin memcoba apakah rasa mie tersebut benar-benar Sedap.

Kedua, Indomie yang lengah berinovasi meluncurkan varian  rasa baru membuat masyarakat jenuh dengan pilihan rasa yang sedikit. Kemunculan Mie Sedaap membuat masyarakat menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari Indomie.  
Ketiga, Mie Sedaap juga gencar beriklan di media. Saat itu, Mie Sedaap yang sedang memasuki tahap perkenalan (introduction) menggunakan strategi peluncuran cepat rapid skimming strategy). Wings Food meluncurkan produk baru dengan harga yang hampir menyamapi harga Indomie, dengan tingkat promosi yang tinggi.
Iklan pun dibuat sedemikian menarik, diluncurkan di berbagai media, seperti media cetak dan elektronik. Pilihan rasa yang diberikan pun lebih banyak, dengan kelebihan di pemberian “kriuk”, sesuai dengan lidah orang Indonesia yang gemar dengan makanan pelengkap dengan tekstur agak keras seperti kerupuk.

 



Bab 3

Kesimpulan

Keputusan posisi memerlukan penentun kerangka referensi dan mengidentifikasi pasar sasaran dan sifat persaingan serta asosiasi merek dan titik perbedaan yang ideal dan harus perilaku konsumen dan pertimbangan yang digunakan konsumen dalam membuat pilihan merek

Dan titik perbedaan adalah asosiasi unik dengan merek yang juga dipegang kuat dan sering di evaluasi konsumen. Dan kunci keunggulan didasarkan pada produk atau jasa itu sendiri atau pertimbangan yang berhubungan dengan faktor faktor seperti personel, saluran,citra dan pelayanan. Dan juga faktor budaya atau lingkungan yang sangat mempengaruhi suatu merek.

Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar, tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan (secara nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari produk tersebut. Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive).
Kebanyakan strategi sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan maju sehingga perlu adanya produk baru. Esensi dari strategi diferensiasi adalah perusahaan dapat memberikan perbedaan yang lebih unik dari pada pesaing, sehingga dengan perbedaan itu konsumen memiliki nilai yang lebih tinggi. Strategi diferensiasi membedakan produk yang dapat menghasilkan yang kompetitif.

Makalah ini disusun oleh temen gue Devi Panjaitan dan di perbaiki oleh gue sendiri sebagai pembahas untuk makalah ini dan disunting berdasarkan pendapat  dosen dalam mata kuliah seminar pemasaran. Semoga makalah ini bermanfaat . TERIMAKASIH.